Terhubung Dengan Kami

Ada Monster Pada Diri Kita – Colossal

Film

Ada Monster Pada Diri Kita – Colossal

Tanpa kita sadari, masing – masing diri kita terdapat monster yang bisa menghancurkan dunia.

Tanpa kita sadari, masing – masing diri kita terdapat monster yang bisa menghancurkan dunia. Monster yang bisa membunuh ratusan orang dalam sekejap. Bisa juga monster yang ada dalam diri kita adalah penyelamat dunia. Tergantung kita sebagai pengendali dari monster itu sendiri. Ibaratnya sebuah remote control, kita adalah remote yang mengendalikan monster yang ada pada diri kita sendiri.

yang disutradarai oleh mengetengahkan dua monster fiksi. Satunya berwujud serupa Godzilla, yang lagi satunya berwujud robot raksasa. Mungkin lebih tepatnya digambarkan sebagai versi lain dari Pacific Rim, dimana robot dan monster bertarung. Yang beda dari ini adalah pertarungan antara robot dan monsternya lebih sweet – sweet gimana gitu.

yang selalu tampil cantik, berperan sebagai Gloria, seorang pengacara (pengangguran banyak acara). Gloria sedang bermasalah dengan hubungan pribadinya karena kebanyakan party dan selalu pulang pagi. Bisa dibilang Gloria adalah Mpok Toyib (bang Toyib versi perempuan). Karena masalah inilah Gloria ditinggalkan pacar dan diminta untuk keluar dari apartment tempat tinggal pacarnya.

Kekurangan uang dan ketiadaan pekerjaan membuat Gloria harus pulang ke kampung halamannya. Harus kembali ke rumah warisan orang tuanya. Di kampung halamannya inilah Gloria bertemu dengan Oscar yang diperankan oleh . Oscar sendiri diceritakan sebagai pemilik sekaligus pelayan di sebuah bar warisan orang tuanya.

Sebuah percakapan semalam suntuk antara mereka berdua membangkitkan kenangan demi kenangan masa kecilnya. Gloria dan Oscar memang diceritakan sebagai teman masa kecil. Sepertinya memang bisa ditebak kelanjutan cerita dari sebuah film dengan latar teman masa kecil ketemu gede. Benar sekali, benih – benih asmara tumbuh diantara mereka, tapi entah kenapa asmara tersebut hanya perasaan sepihak yang dirasakan oleh Oscar. Mungkin karena Gloria belum bisa move on dari hubungan sebelumnya.

Baca Juga :   Summer Movies July 2017

Setelah percakapan semalam suntuk tersebut, Oscar menawarkan kepada Gloria untuk bekerja di bar miliknya. Gloria yang memang doyan mabuk tentu tidak melewatkan kesempatan itu. Mungkin dengan perhitungan dapet gaji plus mabuk gratis—ini hanya penafsiran saya pribadi.  Dari pekerjaan inilah Gloria mulai bertemu orang baru. Seperti dugaan saya sebelumnya, Gloria mendapatkan legalisasi untuk mabuk dan pulang pagi. Setiap hari pulang pagi.

Setiap kali pulang pagi, Gloria selalu berjalan kaki melewati taman samping sekolah masa kecilnya. Disini taman itu Gloria menghabiskan waktunya entah itu berpikir, merenung, atau sekedar meredakan sisa mabuk semalamnya.

Hari – hari Gloria yang standar tersebut kemudian berubah ketika di media nasional—media nasional di negaranya—dan media online mengabarkan kemunculan monster besar di Seoul, Korea Selatan. Tidak dijelaskan apa sebutan untuk monster ini, tapi banyak yang menyebutnya dengan Kaiju Like (seperti Kaiju).

Monster ini memporak porandakan Seoul tanpa alasan yang jelas. Tanpa target serangan dan tanpa tujuan kemunculannya. Bahasa inggrisnya sekonyong – konyongnya muncul. Bahkan monsternya sendiri kebingungan kenapa dia bisa tercipta di dunia ini.  Monster ini ibaratnya anak yang galau karena gosip Song Hye Kyo akan menikah dengan Song Joong Ki. Monster ini bingung kemana hatinya akan berlabuh karena Raisa dan Song Hye Kyo sudah jadi milik orang lain.

Baca Juga :   Valerian & the City of Thousand Planet : Bagai Ajakan Rapat Usai Berpesta

Akhirnya, setelah beberapa hari dalam kebingungan, monster ini menemukan jati dirinya. Dia adalah refleksi dari Gloria. Cerita di film ini lebih pada kebalikannya, Gloria menyadari bahwa monster tersebut adalah refleksi dirinya sendiri. Cara pembuktiannya cukup unik, mungkin keunikannya terlihat lebih jelas kalau kalian menonton film ini.

Film ini mengobati rasa penasaran saya selama ini yang ingin melihat monster dalam film bergoyang. Saya kebosanan melihat monster yang di gambarkan seram dan suka menghancurkan. Padahal, seperti halnya manusia, monster juga ada kok yang lucu dan asik. Contohnya monster dalam film Colossal ini, bisa goyang dombret.

Film ini adalah kebalikan dari Pacific Rim, dimana robot adalah baik dan monster adalah jahat. Di film ini, monsternya justru yang baik dan robot jadi penjahatnya. Tentu bukan penjahat sebenarnya, tapi lebih ke penjahat hati. Robot itu sendiri adalah refleksi dari Oscar yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Oscar sakit hati setelah mengetahui Gloria bermalam dan ber ehem – ehem dengan salah satu temannya.

Baca Juga :   Ruby Sparks: Mencari Kesempurnaan

Oscar digambarkan sebagai orang yang membenci dirinya sendiri karena kejadian di masa lalunya. Dia terlalu membenci sehingga lupa cara yang baik untuk mencintai. Oscar cenderung possesif dan cenderung kejam ketika dihadapkan dengan perihal cinta.

Gambaran filosofis dari film ini kentara sekali dimana Seoul mencerminkan soul atau jiwa, monster mencerminkan sisi – sisi kemanusiaan dan robot mencerminkan kebencian seseorang. Secara nyata, dalam setiap jiwa manusia terjadi pertarungan ini setiap harinya. Pilihan – pilihan yang kita ambil pun berdasar pada pemenang dari pertarungan antara kemanusiaan dan kebencian. Contoh paling sederhananya adalah antara memilih melepaskan mantan dan hidup bahagia dengan orang lain atau membencinya karena dia meninggalkanmu dalam kejombloan yang akut.

Anne Hathaway dan Jason Sudeikis menyajikan permainan tokoh sentral yang apik dalam film ini. Mereka menunjukkan kelasnya, meskipun film ini dikategorikan sebagai film indie dengan budget rendah. Sekali lagi, kualitas menentukan harga, tapi kadang kualitas film yang baik dicerminkan oleh kekuatan tokoh sentral didalamnya. Film ini menunjukkan itu.

Film ini telah di release secara terbatas pada tanggal 7 April yang lalu di Amerika Serikat, untuk penggemar film di Indonesia sepertinya harus bersabar karena belum ada tanggal release yang pasti untuk film ini di Indonesia. Tunggu aja kepastiannya di Nongkrong.

Untuk gambaran, silahkan disimak trailernya berikut ini.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ady Saputra

Suka kopi, suka nulis, suka musik, suka nonton, suka apa lagi ya? eh lupa, kadang suka membaca, ini kalau ada waktu luangnya.

Comments
Ke Atas