Terhubung Dengan Kami

Despacito – Nggak Perlu Ngerti Untuk Ikut Trend

Musik

Despacito – Nggak Perlu Ngerti Untuk Ikut Trend

Jika trend adalah segalanya yang harus diikuti, maka sebaiknya ikutilah. Karena korban trend yang baik adalah yang selalu mengikutnya

Masalah di memang sudah kronis. Saya bilang kronis karena penyakit ini sudah menahun dan cenderung bertambah buruk. Setiap menghadirkan korban yang nggak ngerti apa – apa. Penyakit adalah penyakit yang terjadi pada mindset yang suka mengikut apa yang sedang populer. Solusi untuk mengobati Penyakit yang sudah kronis hanyalah amputasi. Tapi, gimana caranya untuk mengamputasi mindset?

hanyalah satu dari sekian banyak trend dalam dunia . Trend yang kerap terjadi bahkan tanpa perlu mengerti apa yang hendak disampaikan oleh lagu ini. Hanya dengarkan lagunya, suka nggak suka yang penting banyak yang suka, kita tinggal ngikut. Sesederhana itulah kita menjadi korban.

Jika ada yang menanyakan arti lagunya, tinggal jawab aja: “nggak perlu ngerti untuk menikmati musik, karena musik adalah bahasa universal”. Jawaban manis yang layak untuk dapat sepeda.

Saya sempat menanyai seorang teman yang begitu tergila – gila dengan lagu ini. Jawabannya terdengar sangat tidak berperikemusikan: “suka karena lagunya kekinian, dan kata - katanya terdengar seksi”. Ketika saya tanya artinya, dia bilang nggak tau. Benar – benar jawaban yang membuat penganut vickynisasisme terlihat lebih cerdas.

Despacito hanya satu dari sekian banyak lagu pop di kancah permusikan dunia. Kepopuleran musik jenis ini ada pada masanya Enrique Iglesias. Sekilas di awal mendengarkan musik ini, saya pikir memang Enrique Iglesias yang nyanyi. Tapi baru tau kalau penyanyinya bernama setelah melihat video klipnya.

Baca Juga :   Baleganjur: Pasukan yang Sedang Berjalan

Musik jenis ini memang musik yang nggak bisa lepas dari kesan seksi. Mungkin sudah menjadi trademark dari genre musik ini untuk menampilkan video klip dengan model yang juga seksi. Liat aja perpaduan petikan gitar dengan lekukan dan gerakan model video klipnya. Terlihat sangat seksi. Kesan ini akan berbeda jika video klipnya dikemas tanpa menampilkan model , dan tanpa keseksian.

Kalo nggak percaya, coba aja bayangin yang muncul sebagai model di video klipnya adalah bang Ipul. Masihkah lagu ini akan sepopuler sekarang? Saya yakin kebanyakan dari kita akan terbayang pada hal lain yang bikin merinding jika diungkapkan disini. Yang pasti, pilihannya akan jadi ganti lagu lain.

Genre musik ini sempat lama redup, bahkan menghilang. Tapi muncul kembali dengan penyanyi yang berbeda dan langsung hits. Mungkin hits nya lagu ini lebih disebabkan oleh Boomingnya EDM (Electronic Dance Music) yang terjadi belakangan ini. Ibaratnya, Despacito adalah ikan asin yang terasa nikmat ditengah kebosanan pada ayam goreng.

Baca Juga :   Via Vallen Dalam Jeritan Hati Supir Truk

Despacito adalah anti mainstream yang pernah jadi mainstream dan akan menjadi mainstream menggantikan mainstream sebelumnya. bingung bacanya? Saya juga bingung nulisnya.

Kepopuleran Despacito menjelaskan bahwa menikmati musik itu sesederhana klik like and share. Nggak perlu mengerti isinya, yang penting tau judulnya. Masalah apa yang terjadi itu urusan nanti. Yang penting sekarang ikutan dulu, biar nggak dibilang ketinggalan trend.

Nggak ngikutin trend itu sakit lho. Lebih sakit dari diputusin ketika lagi sayang – sayangnya. Sakitnya mengiris, perih dan pelan. Sepelan tetes air mata ini ketika mengingat kepergianmu diiringi dengan rintik – rintik penyesalan yang dibawa hujan malam ini. #aaiiiihhhh..

Lebih baik dibilang nggak ngerti daripada nggak ikut trend. Karena urusan ngerti mengerti itu adalah urusan orang yang berpikir, sedangkan jaman sekarang berpikir sudah menjadi sebuah privilege. Sudah menjadi sebuah keistimewaan. Mungkin karena berpikir bukanlah sebuah trend yang pantas untuk diikuti. Saat berpikir menjadi mainstream, maka nggak berpikir adalah anti mainstreamnya. Dan apapun yang anti mainstream adalah trend yang sesungguhnya.

Seandainya saja perempuan di dunia seperti lagu Despacito ini. Nggak perlu dimengerti tapi cukup di dengarkan kemudian diajak berdendang bersama. Nggak perlu tau keseluruhan isi pikirannya, cukup tau judulnya aja. Terbayang betapa indahnya dunia ini.

Baca Juga :   Daya Perempuan Di Balik Jaran Goyang Semar Mesem

Tapi sayangnya perempuan nggak bisa sesederhana itu. Sebagian besar perempuan ingin dimengerti. Perempuan kadang memaksa kita untuk berpikir, bahkan pada hal – hal yang tidak pernah kita mengerti sama sekali. Setidakmengertinya kita dengan apa yang dikatakan oleh Luis Fonsi dalam lagu Despacito ini.

Satu hal yang pasti, untuk mengerti lagu Despacito tidaklah sesulit mengerti perempuan. Karena lagu Despacito telah ada yang menuliskan liriknya, dan kita tinggal alih bahasakan di Google Translate. Sedangkan untuk perempuan, masih belum ada yang sanggup untuk menuliskan apalagi menerjemahkan apa maunya. Pokoknya yang mereka tau kita harus mengerti. Itu aja. Titik.

Yang membingunkan saya saat ini adalah,  bukankah perempuan yang ingin dimengerti sudah menjadi trend sejak lama? Lalu kenapa trend yang satu ini nggak pernah berganti? Apakah ini akan menjadi satu – satunya trend tanpa terganti hingga hari kiamat tiba? Jika ini benar terjadi, maka bersiaplah wahai semua pria. Mari kita pasang headset dan dengarkan lagu: “Deeeesssppppaaacciiiitttooo... nanana nana nana nana na.... Desss...... cito.....”.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ady Saputra

Suka kopi, suka nulis, suka musik, suka nonton, suka apa lagi ya? eh lupa, kadang suka membaca, ini kalau ada waktu luangnya.

Comments
Ke Atas