Terhubung Dengan Kami

Durian Yang Radikal; Mengakali Jarak Antara Lover dan Hater

SerSan

Durian Yang Radikal; Mengakali Jarak Antara Lover dan Hater

Durian adalah buah yang tercipta untuk dinikmati. Nikmat segala nikmat ada padanya. Kecuali kalian pembencinya, maka bersabarlah, ini ujian.

Bagi pecinta , tiada kenikmatan hidup, tiada dunia selain musim itu sendiri.

Aromanya saja sanggup membangkitkan semangat rela berkorban hanya demi mengecap rasanya yang unik. Kenyataan ini amat berkebalikan bagi mereka yang tidak doyan durian. Aroma durian adalah yang tidak selayaknya ada di muka bumi. Durian adalah siksa pedih bagi mereka. Perkara durian bagi manusia jadi terbagi antara dua hal. Yakni, suka atau benci, lover atau hater, itu saja.

Melihat durian ibaratnya bak melihat kaum radikalis. Dimana yang tidak sejalan dengannya adalah musuhnya, yang tidak menyukainya adalah pembencinya. Tidak ada sikap abu-abu diantaranya. Mirip dengan netijen kita yang kerap mendefinisikan dirinya sebagai lover atau hater. Mereka hanya mengelompokkan diri menjadi dua bagian; suka atau benci, itu saja. Mereka radikal sudah sejak dari jempol mereka.

Sering saya bertanya, apa sebab masyarakat begitu membenci durian. Setelah ditelusuri lebih jauh, bau adalah faktor utamanya. Ada yang menyebut mirip bawang busuk atau mirip belerang. Pada salah satu scene film Eat, Pray, Love bahkan dikatakan seperti bau kaki nenek. Anthony Bourdain, chef yang terkenal itu, menyebutkan bahwa sehabis makan durian bisa menyebabkan nafas bau seperti habis berciuman dengan seorang nenek yang sudah meninggal. Ungkapan yang betul-betul menyiratkan kebencian yang dalam terhadap durian.

Baca Juga :   Poligami Tak Seindah Lagu P Ramlee

Aroma durian yang sangat kuat sebenarnya sudah pernah diteliti oleh para ahli sejak tahun 1970-an. Ada berbagai pendapat dan penelitian yang mencoba menguak tabir bau durian yang misterius itu. Sayangnya, hingga kini, belum juga ada kata sepakat akan senyawa apa gerangan yang menyusun bau durian yang terkenal itu. Bau khas yang sanggup membentuk perspektif masyarakat tentang durian. Bau khas yang sanggup memupuk energi kebencian pada manusia hingga tega berlaku tidak adil pada durian.

Masyarakat mendefinisikan durian sebagai “raja buah” karena tidak ada buah yang bisa menandingi kelezatan rasanya. Sejak tahun 60-an, mereka sudah mulai menyeleksi bibit durian unggul demi kebanggaan nasional. Puluhan varietas durian dikembangkan, hingga akhirnya ditemukanlah raja dari raja durian yang dikenal dengan nama Durian Musangking. Durian bahkan telah menjadi salah satu negara ini.

Serupa dengan Malaysia, di , durian ditempatkan sebagai buah yang istimewa. Banyak rangkaian penelitian yang dibiayai untuk mendapatkan varietas unggul dari durian. Rangkaian penelitian inilah yang memunculkan durian yang terkenal itu.

Baca Juga :   Ide Bisnis Lain buat Saracen

Di sendiri telah lahir 100 lebih varietas durian. Tapi, sayangnya, durian belum bisa menembus pasar ekspor. Ada banyak kendala dan prasyarat yang belum memungkinkan durian menjadi komoditas ekspor. Hal-hal semisal luas lahan tanamnya, surat menyurat, dan lain sebagainya. Padahal durian sejatinya berasal dari , tepatnya dari Sumatera dan Kalimantan. Kenyataan ini rupanya belum menjamin keberhasilan durian untuk bisa menyaingi durian asal Malaysia atau Thailand yang telah mendunia.

Candu terhadap durian bisa menjadi hal yang berbahaya. Ini dikarenakan kandungan zat gula dan kalori yang ada dalam durian sangatlah tinggi. Setiap 100 gram durian memiliki kalori sekitar 120-180 kalori. Satu durian dengan daging buah seberat 500 gram mengandung 600 – 900 kalori. Mengonsumsi durian secara berlebih bisa meningkatkan kalori dan gula dalam tubuh. Jika tubuh tidak siap menerimanya, maka dari sanalah bisa menimbulkan gangguan kesehatan.

Meskipun tiada proses medis yang mampu menjelaskannya, tapi ada banyak yang menceritakan kasus kematian sehabis memakan durian. Sangat disarankan untuk tidak mengonsumsi durian secara berlebih untuk orang-orang yang memiliki penyakit seperti kolesterol, obesitas, gula darah, tekanan darah tinggi, atau penyakit jantung. Sungguh tidak menyenangkan rasanya ketika terdengar kabar, ada yang meninggal karena makan durian.

Baca Juga :   Dji Sam Soe Rokok Sarat Pesan Spiritual

Durian memang ditakdirkan sebagai buah yang penuh misteri. Dampaknya pada umat manusia juga misterius. Begitu banyak misteri. Misteri-misteri yang juga berkubang di dunia antara lover dan hater. Semisal, penyatuan hubungan lover dan hater yang sudah berada di ujung tanduk, yang juga merupakan misteri bagi bangsa-bangsa dunia untuk dicarikan jalan tengahnya tanpa sikap diskriminatif. Atau misteri lain dari dua kubu pecinta dan pembenci durian, mungkinkah seorang lover dan hater durian bisa menjadi sepasang kekasih? Jika memungkinkan, sejauh mana mereka akan bertahan?

Jawaban demi jawaban atas misteri durian ini layak ditunggu. Dimana darinya, akan lahir pemecah kebuntuan bagi kesenjangan yang dialami lover dan hater. Bisa jadi juga akan mencapai proses konsolidasi. Bahkan, bukannya mustahil bila perdamaian dunia akan menjadi nyata ketika proses penyatuan lover dan hater durian diwujudkan. Sementara menunggu itu terwujud, mari kita nikmati musim durian di tahun ini. Bagi para hater, yang sabar ya, ini hanya ujian.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ady Saputra

Suka kopi, suka nulis, suka musik, suka nonton, suka apa lagi ya? eh lupa, kadang suka membaca, ini kalau ada waktu luangnya.

Comments
Ke Atas