Terhubung Dengan Kami

Faedah Gawai Mahal

Tekno

Faedah Gawai Mahal

Belasan juta hanya untuk membayar fitur tanpa faedah adalah hambur-hambur duit tanpa faedah yang sebenarnya. Mari kita semua belajar mikir. Begitu.

Spesifikasi adalah alasan setiap perusahaan pengembang perangkat mengeluarkan baru tiap tahunnya. Perkembangan teknologi memberikan ruang untuk komponen yang semakin kecil dengan daya yang semakin besar. Karena itulah perkembangan selalu berkenaan dengan spesifikasi. Padahal, kita semua tau kalau spesifikasi hanya berkenaan dengan perangkat keras. Sedangkan, yang mampu membantu kita dalam keseharian adalah perangkat lunak dalam bentuk aplikasi yang dibuat oleh pihak ketiga.

Aki sendiri masih memanfaatkan gawai lama untuk keseharian Aki. Tapi, sekarang ini, pengembang perangkat memaksa konsumennya secara halus untuk membeli gawai setiap tahunnya. Kita tentu sering membaca kalimat seperti versi sekian hanya mampu berjalan dengan spesifikasi sekian. Atau, IOS versi sekian hanya bisa berjalan pada IPhone versi sekian. Itu adalah bentuk pembatasan kompatibilitas perangkat lunak. Dengan pembatasan ini, konsumen secara halus dipaksa untuk memperbaharui gawainya agar tetap bisa kompatibel dengan aplikasi terbaru.

Logika dasar yang bisa Aki jelaskan adalah dengan menggunakan analogi sebuah rumah. Jika sebuah gawai diibaratkan sebagai rumah, maka perangkat keras yang ada dalam gawai tersebut adalan fondasi rumahnya. seperti Android atau IOS dari Apple adalah dinding dan atap rumah. Aplikasi yang tersemat didalamnya adalah alat-alat dalam rumah yang kita gunakan sehari-hari. Jadi, jika fondasi rumahnya diganti maka keseluruhan dinding, atap hingga alat-alat yang ada dalam rumahpun ikut berganti. Itu logika normalnya.

Baca Juga :   Seberapa Suka Kamu Akan Kemewahan?

Sebagai pengguna, kita susah untuk memilah mana yang disebut dengan perangkat keras, mana sistem operasi, dan mana aplikasi. Aki tidak perlu jelaskan ketiganya, karena kita memang tidak perlu untuk mengerti semua bagian itu.

Yang perlu kita ketahui adalah apa yang disebut dengan aplikasi. Secara sederhana, aplikasi bisa Aki katakan sebagai semua yang bisa di operasikan dalam setiap gawai, semua yang bisa digunakan dalam gawai. Mulai dari phone, pesan, kamera, hingga , browser, atau aplikasi sosial media yang biasa kita gunakan.

Perusahaan pengembang perangkat jarang menggunakan spesifikasi sebagai bahan jualannya. Mereka kebanyakan menggunakan aplikasi yang bisa disematkan dalam setiap jenis gawai untuk dijual sebagai fitur. Mereka seolah mengatakan bahwa hanya gawai jenis A yang bisa melakukan ini, gawai jenis lain tidak. Oleh karena itu, jika hendak mendapatkan fitur tersebut, orang harus membeli gawai jenis A.

Perumpamaan yang lebih sederhana bisa Aki gunakan analogi rumah tadi. Hanya rumah jenis A yang bisa menggunakan kompor gas atau Air Conditioner (AC) misalnya. Sedangkan, rumah jenis lain tidak. Padahal, kalau kita bisa berpikir lebih baik, alat-alat yang dipasang pada rumah A bisa saja dipasang pada rumah B, atau C dan seterusnya. Karena alat-alat tersebut sifatnya installable atau pasangable. Kita hanya perlu memasang kompor gas atau AC tersebut sendiri secara manual. Tanpa harus mengganti rumahnya.

Baca Juga :   Membajak Akun Media Sosial

Perusahaan pengembang perangkat tentu sudah memikirkan hal ini. Oleh karena itu, mereka juga sekaligus sebagai perusahaan pengembang sistem operasi. Ibaratnya, mereka adalah pembangun fondasi, sekaligus dinding dan atap rumahnya. Lebih sederhana lagi, mereka adalah pengembang sekaligus kontraktor dari rumah tersebut. Tapi, disini mereka juga membatasi apa-apa saja alat yang bisa dipasang pada rumah tersebut. Rumah A hanya bisa dipasangi kompor gas tipe A, AC tipe A, sofa tipe A, televisi tipe A dan seterusnya. Sedangkan rumah B hanya bisa dipasangi kompor gas tipe B, AC tipe B dan seterusnya. Jadi ketika kita memerlukan AC tipe C untuk dipasang di rumah tersebut, kita hanya bisa melakukannya dengan mengganti rumah yang bisa menggunakan AC tipe tersebut yaitu rumah tipe C. Sederhananya, jika menginginkan fitur tertentu, maka gawai harus diganti dengan yang bisa mendukung fitur tersebut.

Begitulah cara perusahaan pengembang perangkat secara halus memaksa kita untuk membeli gawai terbaru produksi mereka setiap tahunnya.

Jika kita sudah memahami ini, lalu apakah kita masih memerlukan untuk membeli gawai yang makin hari menyajikan fitur tanpa faedah, tapi ditawarkan dengan harga yang juga tidak masuk akal tersebut? Menurut Aki sih tidak. Karena fitur yang semakin hari disematkan pada gawai adalah fitur yang tidak banyak kita perlukan dalam keseharian kita.

Baca Juga :   Menjadi Anonim Di Dunia Maya

Coba saja kita tengok satu contoh seperti IPhone X, apa faedahnya layar tanpa bezel dan back cover keramik yang menjadi fitur andalannya? Apakah keseharian kita terbantu dengan adanya fitur itu? Dan apakah layak kita mengeluarkan uang hingga 16 juta rupiah untuk fitur baru yang tersemat tersebut? Okelah jika adalah yang utama, tapi, sebagai geek yang cukup senior, Aki merasa gatal dengan produk teknologi dengan inovasi yang tidak sama sekali inovatif tersebut. Rasa-rasanya dengan uang 16 juta tersebut, Aki lebih tenang jika melihat satu gawai dengan fitur yang bisa memberitahukan kondisi jantung, hati, tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar polusi di sekitar penggunanya secara berkala, untuk membantu pengguna gawai memantau kesehatannya dan membantu mengurangi kematian karena hal-hal yang tidak diinginkan.

Gawai hanyalah alat, bentuk hanyalah gaya, bukankan sebuah alat akan menjadi sangat penting karena kemampuan olah datanya? Jadi, jika bisa membayar harga lebih murah untuk sebuah kemampuan yang sama, untuk apa kita bayar lebih untuk aksesoris tanpa faedah yang disematkan pada gawai? Begitu.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ki Waras

Ki Waras adalah singkatan dari Wajar dan Rasional. Tidak ada title akademis yang disematkan pada dirinya. Hanya saja, kemampuannya untuk berpikir wajar dan rasional yang membuatnya tetap menjadi manusia seutuhnya.

Comments
Ke Atas