Terhubung Dengan Kami

Gawai Pendeteksi Hantu

Tekno

Gawai Pendeteksi Hantu

Hantu hanyalah produk pikiran yang penuh ketakutan. Pikiran yang penuh dengan halusinasi. Jika hantu memang benar-benar ada, tentu tidak akan berwujud seram, karena hantupun perlu bersosialisasi antar sesamanya.

Aki sedang duduk di sebuah batu di pinggiran hutan. Inginnya Aki beristirahat sejenak untuk sekedar menatap bintang-bintang yang terselubung oleh rimbun dedaunan. Bebintang jarang nampak dari pertapaan Aki di tengah hutan. Jadi, mau nggak mau Aki harus berjalan ke tepian hutan untuk bisa menatap indahnya malam yang penuh bintang. Resiko yang mesti ditempuh Aki, demi suatu perjuangan melihat bebintang. Namun, perjalanan itu selalu mampu memberi Aki gambaran akan keindahan malam yang mendamaikan.

Tak berselang lama, Aki melihat 3 orang pemuda sedang mondar-mandir seperti sedang mencari sesuatu. Di tangan salah satu dari mereka, ada yang sedang menyala. Mereka berjalan sambil sesekali melihat mereka. Aki pikir mereka sedang mencari barang yang hilang atau yang sejenisnya. Maka, Akipun dekati mereka. Barangkali, dengan kemampuan terawang infrasonik yang Aki miliki, Aki bisa membantu mereka menemukan barang yang hilang tersebut.

Mereka ternyata tidak sedang mencari barang yang hilang. Mereka sedang mencari . Dengan bermodal alat pendeteksi yang mereka pasang di gawai mereka. Aki hanya garuk-garuk kepala melihat kelakuan 3 orang muda tersebut. "Hantu kok malah dicari, harusnya mereka cari ilmu dulu baru cari hantu. Dasar pemuda kurang kerjaan," celetuk Aki.

Seketika Aki mulai merenung. Musabab apa yang menjadi dasar pemikiran mereka sehingga percaya kalau hantu bisa dideteksi melalui sebuah gawai. Tidakkah mereka pahami dasar kerja gawai, hingga mereka bisa terjerumus pada kepercayaan yang menurut Aki diluar logika gawai itu sendiri. Sungguh, pemikiran seperti ini adalah pemikiran yang tidak ber-perigawaian.

Menurut kitab Primbon Gawai 101 yang Aki baca, dasar kerja gawai adalah input dan output. Apa yang kamu masukkan, itulah yang akan kamu dapatkan. Gawai itu sendiri adalah perangkat pengolahan. Artinya, apa yang kamu inputkan akan diolah oleh gawai untuk kemudian menampilkan hasil pengolahan tersebut. Sederhananya, seperti mesin hitung. Kamu beri dia angkanya kemudian gawai memberi hasilnya. Sesederhana itu. Semua gawai memiliki prinsip dasar kerja yang sama. Input dan output.

Logika ini, jika diimplementasikan ke dalam gawai pendeteksi hantu menjadi tidak masuk akal. Yang tidak masuk akal adalah apa input yang bisa ditangkap dari hantu? Apakah hantu bisa dikatakan sebagai objek layaknya manusia atau benda-benda lain yang bisa diproyeksikan? Jika hantu bisa dikatakan sebagai objek, maka termasuk jenis objek apakah ia. Apakah benda padat, cair, gas, suara, cahaya atau lainnya. Hantu hanya bisa dideteksi dengan gawai jika bisa didefinisikan sebagai objek. 

Lalu, apakah sebenarnya definisi dari hantu.

Dalam kitab Primbon Ghostbuster 102 jilid pertama, hantu didefinisikan sebagai proyeksi pikiran manusia karena terpapar gelombang berfrekuensi rendah. Jika hantu adalah proyeksi pikiran, lalu bagaimana kita mendeteksinya. Belum ada satu alat sekalipun yang mampu melakukan ini. 

Ada banyak penelitian yang dilakukan para ahli yang bisa membenarkan bahwa hantu adalah efek psikis dari manusia karena hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Pemicunya antara lain bisa melalui suara. Beberapa jenis suara bisa menyebabkan disorientasi, perasaan panik, perubahan detak jantung dan tekanan darah hingga efek-efek psikis lain seperti perasaan dikunjungi hantu. Orang yang melihat hantu, bisa dikatakan melihat proyeksi gambaran dari apa yang dipikirkannya serta dipengaruhi oleh suara.

Vic Tandy, di tahun 1998 menuliskan makalah yang menjelaskan bahwa beberapa pekerja di sebuah pabrik peralatan medis dilaporkan sering melihat penampakan hantu dan mendengar suara-suara aneh. Setelah diselidiki, ruangan yang dihuni para pekerja ternyata memiliki gelombang 19 Hz yang bersumber dari kipas angin.

Selain suara, ada pula yang dikatakan sebagai efek halusinogen dari spora jamur yang tumbuh di tempat lembab. Ruangan atau rumah terbengkalai sering dikatakan sebagai rumah hantu karena ruangannya yang lembab dan ditumbuhi oleh jamur. Spora dari jamur tersebut bisa menimbulkan kepada orang yang berada di ruangan tersebut. Shane Rogers dan timnya yang berasal dari Clarkson University mengamati adanya kesamaan antara pengalaman paranormal dan efek halusinogen dari spora jamur yang tumbuh di tempat lembab.

Salah satu sebab paling populer mengapa orang melihat hantu adalah . Laporan penelitian dari psikolog bernama Rense Lange dan James Houran dari University of Illinois, menyimpulkan bahwa seseorang yang diberitahu bahwa tempat yang ia masuki berhantu cenderung akan merasakan kehadiran hantu ketimbang mereka yang tidak diberitahu. inilah yang dikatakan berlaku umum mengenai penampakan hantu di seluruh dunia. Cerita rakyat, legenda lokal, dan film horor membuat banyak manusia membayangkan hantu berdasarkan cerita-cerita yang pernah mereka dengar dan tonton.

Penelitian-penelitian tersebut diatas menjelaskan bahwa hantu bukanlah objek yang bisa didefinisikan. Ia melainkan adalah proyeksi pikiran atau persepsi seseorang tentang sesuatu yang bisa dipengaruhi di antaranya oleh suara, halusinasi atau sugesti. Bisa dibilang bahwa hantu mustahil bisa dideteksi. Itu karena hantu sebenarnya ada di dalam pikiran manusia itu sendiri. Karenanya, masihkah kita mau membuang waktu percaya bahwa ada suatu gawai yang bisa mendeteksi hantu?

Baca Juga :   Yang Indonesia Banget
Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ki Waras

Ki Waras adalah singkatan dari Wajar dan Rasional. Tidak ada title akademis yang disematkan pada dirinya. Hanya saja, kemampuannya untuk berpikir wajar dan rasional yang membuatnya tetap menjadi manusia seutuhnya.

Comments
Ke Atas