Terhubung Dengan Kami

Leap: Perjalanan Mengejar Mimpi

Film

Leap: Perjalanan Mengejar Mimpi

Mimpi adalah hal yang belum bisa kamu raih. Jika hal tersebut sudah kamu raih, maka itu nama terbangun, bukan mimpi lagi.

Bermimpilah setinggi langit. Lakukan yang terbaik. Percaya suatu saat mimpi itu akan terwujud.

Kredo ini bisa jadi sangat mumpuni. Lewat rilisan Perancis - Kanada berjudul , hal-hal positif ini bisa kita dapetin dari salah satu film animasi berjudul . Film yang sama yang berjudul asli Leap.

Dikisahkan seorang anak perempuan bernama Felicie () bermimpi menjadi seorang penari balet. Felice sejak kecil hidup di sebuah panti asuhan yang terletak di pinggiran kota. Namun kehidupannya itu tidak membuatnya berhenti bermimpi. Felice sangat ingin menjadi seorang penari.

Untuk mewujudkan mimpinya itu, Felice berkali-kali mencoba untuk melarikan diri dari panti asuhan dan pergi ke Paris. Kota yang menurutnya adalah tempat dari segala impian. Usahanya untuk kabur selalu gagal. Hingga suatu malam dengan dibantu oleh temannya Victor (), ia berhasil kabur dan akhirnya sampai di kota Paris.

Sesaat ketika tiba di Paris, suatu hal terjadi. Victor dan Felicie terpisah. Felicie yang merasa putus asa karena sendirian di kota besar kemudian sampai di sekolah tari bernama Grand Opera Paris. Felice merasa mimpinya akan segera terwujud.

Baca Juga :   Ruby Sparks: Mencari Kesempurnaan

Felice kemudian menjadi murid di sekolah tari itu. Meskipun, ia bisa menjadi murid di sana dengan cara yang tidak baik. Felice menggunakan identitas orang lain. Orang yang dia gunakan identitasnya adalah Camille (), seorang penari balet yang sombong.

Merante () menjadi pelatih pada kelas balet yang diikuti oleh Felice. Sejak awal Merente sudah meremehkan Felice. Felice, meskipun ia 'meminjam' identitas seorang penari balet,  kenyataannya Felice tidak mengetahui apapun mengenai teknik dasar menari balet.

Untungnya Felice dibantu oleh Odette () yang merupakan seorang mantan penari balet yang menjadi petugas kebersihan. Kombinasi dari semangat Felice dan ilmu dari Odette mampu meningkatkan kemampuan balet Felice dalam waktu yang sangat singkat.

Felice membuktikan bahwa dia mampu menjadi penari balet bahkan mengimbangi para penari balet lainnya yang sudah jauh lebih lama berlatih darinya. Itu karena tekad Felice yang sangat kuat untuk mewujudkan mimpinya.

Duet sutradara dan sangat apik mengemas film animasi ini, sehingga pesan untuk tidak pantang menyerah tersampaikan kepada penonton. Jalan ceritanya cenderung mulus tanpa ada kesan menggurui. Tiap karakter juga digambarkan dengan jelas sehingga misspun ikut merasa simpati pada cerita di balik tiap karakter di film ini.

Baca Juga :   Dunkirk : Saat Nolan Bicara dengan Sederhana

Yang perlu  digaris bawahi bahwa, walaupun Ballerina merupakan film animasi produksi Perancis Kanada dan bukan produksi Hollywood, namun film ini mampu menunjukkan kualitas yang tidak kalah ciamiknya dengan film animasi produksi Hollywood.

Tema film ini sendiri bisa miss katakan sangat klise. Ia bercerita tentang seseorang yang biasa-biasa saja namun memiliki bakat serta hasrat yang luar biasa untuk mewujudkan mimpinya. Dia berjuang dengan penuh semangat untuk mewujudkan mimpinya.

Meskipun klise namun tema ini merupakan tema universal yang sangat digemari penonton. Bagus tidaknya film dengan tema seperti ini kemudian ditentukan oleh faktor-faktor pendukung lainnya, seperti halnya film Ballerina ini.

Film berdurasi 1 jam 29 menit ini mengambil lokasi di Paris tahun 1879. Hal ini menyebabkan film ini menjadi sangat indah. Bahkan bagi miss latar belakang film ini menjadi salah satu alasan kuat untuk menikmati film ini hingga detik terakhir.

Baca Juga :   The Power of ‘Emak’ Dalam Film Kidnap

Menara Eiffel yang belum berdiri tegak, rumah dan struktur bangunan dibuat dengan detail dan indah. Ingin rasanya miss menjelma menjadi tokoh kartun dan melompat ke dalam film ini.

Cuma sampai di sana? Oh tentu tidak, film ini juga mengajak kita melihat proses pembuatan Patung Liberty di Paris. Karya seni  agung, yang merupakan hadiah dari Perancis untuk Amerika Serikat.

Selain latar belakang yang indah, dalam film ini juga diberikan informasi-informasi umum mengenai balet.  Miss yang bisa dikatakan sangat awam mengenai dunia balet tetap bisa menikmati film ini tanpa harus kebingungan dengan istilah-istilah balet.

Seandainya miss harus memilih siapa karakter favorit miss, sepertinya miss akan memilih Victor. Walaupun pemeran utama film ini adalah Felice, namun entah kenapa miss lebih tertarik pada sosok Victor. Victor itu gambaran teman yang selalu ingin miss miliki. Dia humoris, bisa selalu memberikan energi postif serta tidak pikir panjang untuk mendukung temannya dalam situasi apapun. Kita semua memerlukan teman seperti Victor namun apabila tidak menemukan teman seperti Victor maka jadilah “Victor” untuk orang lain.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Miss Kanton

Miss Kanton adalah Tukang Tonton. Terbukti dengan kacamata 3D yang selalu dikenakannya dan pakaian ala Cat Woman yang merupakan idolanya. Kostumnya adalah kostum yang paling sesuai untuk gelap dan dinginnya udara bioskop. Dengan kostum ini Miss Kanton bisa bertahan menonton di bioskop selama 24 jam nonstop.

Comments
Ke Atas