Terhubung Dengan Kami

Malam Minggu Bersama Mia Khalifa

MalMing

Malam Minggu Bersama Mia Khalifa

Percayalah, ketika malam datang dan lampu itu dimatikan, saat itulah akan akan merasakan kegelapan

Tersebutlah sebuah kisah seorang anak muda dari desa bernama Juni, nama lengkapnya Juniarta. Kenapa namanya begini, sepertinya kita semua sudah bisa menebak kalau nama itu diberikan karena dia lahir di bulan Juni.

Juni adalah pemuda baik – baik, yang dibesarkan oleh keluarga baik – baik. Kehidupan keluarga Juni adalah bertani. Hampir semua anggota keluarga Juni hanya mengenyam pendidikan di tingkat SD, tidak lebih dari itu. Hanya Juni sebagai harapan satu – satunya keluarga yang mengenyam pendidikan tinggi. Juni sekarang kuliah di sebuah universitas di kota dan mengambil jurusan pertanian.

Suatu , seorang teman mengajak Juni kelayapan menikmati gemerlapnya dunia malam. Juni mengiyakan tanpa ragu. Dalam benak Juni tersimpan hasrat seorang pemuda desa yang ingin mencicipi germerlapnya dunia malam perkotaan.

Juni yang sedari kecil tidak pernah menyentuh alkohol, dengan malu – malu mulai minum sebotol beer karena bujukan temannya. Alhasil muka Juni merah dan tebal karena mabuk. Seperti pemabuk pemula pada umumnya, noraknya sikap Juni mulai tidak terbendung. Hasrat demi hasrat terpendam dalam diri Juni mencuat ke permukaan. Termasuk hasrat untuk mendapatkan kehangatan oleh yang menjadi fantasinya.

Baca Juga :   Tiga Fungsi Suami Yang Baik Bagi Istri

Beberapa jam berlalu, munculah sosok yang di impi – impikan Juni. Seorang perempuan cantik yang menurut alam mabuknya mirip dengan Mia Khalifa. Perempuan itu bernama Nia. Seorang penjaja seks kelas diskotik yang tarifnya lumayan untuk semalam. Mereka berkenalan dan saling lempar rayuan dalam romansa setengah sadar karena mabuk.

Dengan agresif Nia mengajak Juni untuk mencari hotel dengan alasan agar percakapan mereka bisa lebih asik dan intim. Tanpa pikir panjang Juni pun mengiyakan. Setelah pamitan sama temannya, Juni dan Nia pun berangkat untuk mencari hotel yang tidak jauh dari tempat mereka barusan. Selain karena mabuk, mereka sepertinya sudah tidak tahan untuk menyalurkan hasrat. Setelah mengurus administrasi dan membayar sewa hotel, mereka berdua langsung masuk kamar.

Di dalam kamar, mereka asik ngobrol mesra sambil sedikit demi sedikit mengumbar santuhan bahkan gesekan pemancing birahi. Perlahan tapi pasti, mereka terlibat dalam denyar – denyar birahi yang menggelora. Hingga tiba pada satu titik dimana Nia mematikan lampu. Mereka bercumbu dalam kegelapan dan desakan birahi yang tak tertahankan. Alhasil dalam kamar hotel tersebut terenggutlah keperjakaan si Juni oleh Nia. Keperjakaan yang dipertahankan si Juni hanya untuk Mia Khalifa, perempuan idolanya. Tapi Juni tidak menyesal, karena dalam mabuknya dia menganggap Nia adalah Mia Khalifa yang pantas untuk mendapatkan kehormatan itu.

Baca Juga :   Misteri Hilangnya Jam Tangan

Singkat cerita, malam pun berlalu berganti pagi. Juni terbangun sendiri dalam kamar hotel. Nia telah sedari tadi paginya meninggalkan Juni sendiri dalam kamar. Dengan kepala berat Juni mencoba berpakaian dan meninggalkan hotel dengan perasaan lega. Ada sekelumat desir – desir senyum yang membekas ketika Juni mengingat kejadian malam sebelumnya. Malam yang tidak akan pernah Juni lupakan seumur hidupnya.

Sampai di tempat kost, Juni disambut dengan tepuk tangan oleh temannya. Tepuk tangan yang menyiratkan kebanggaan. Bangga karena hanya dalam tempo sekali kelayapan, Juni sudah berhasil menaklukan seorang perempuan. Kepercayaan diri Juni mulai bangkit. Juni Sudah tidak merasakan malu atau kikuk lagi ketika berdekatan dengan perempuan. Juni malah terkesan sangat percaya diri ketika bekenalan atau mencoba mendekati perempuan. Perubahan yang sangat drastis terjadi dalam diri Juni semenjak kejadian malam itu.

Baca Juga :   Blackberry Tidak Mungkin Diproduksi Indonesia

Satu minggu berikutnya, di sebuah pagi yang cerah, Juni kaget dan memanggil temannya. Juni tersentak ketika melihat ada wajah yang mirip dengan Nia terpampang di sebuah koran lokal. Sebenarnya Juni agak ragu, karena itu dia memanggil temannya.

“Coba kamu liat, ini Nia kan?”. Tanya Juni pada temannya.

“Kayaknya sih iya, sekilas memang kelihatan seperti Nia, Coba deh kamu baca, disana ada namanya Nia juga terpampang”. Sambung temannya.

“Iya beneran ini Nia”.

Juni hanya bisa menekuk muka menahan kesedihan dan penyesalan yang sangat dalam karena headline koran tersebut bertuliskan. “5 orang waria terjaring operasi patuh kepolisian”.

Teman Juni pun tertawa terpingkal – pingkal sambil guling – guling melihat kenyataan itu. Sembari memegang bahu si Juni temannya membisikkan “tabahkan hatimu Jun”.

Pesan moral: teliti dulu sebelum mematikan lampu.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
An-Tonk

An-Tonk adalah singkatan dari Anak Tongkrongan, Dia adalah penunggunya Nongkrong.co

Comments
Ke Atas