Terhubung Dengan Kami

Potong Kuku Malam Hari

Kone

Potong Kuku Malam Hari

kuku tanganku, kuku kakiku, bersih semua, dua kali dalam seminggu, dipotong sama mama - Chiquita Meidy

Malam semakin larut. Para jangkrik bernyanyi ditimpali suara gerimis yang sedari sore masih bertahan mengisi ruang hampa udara. Di beranda depan sayup – sayup terdengar alunan suara gitar dan gelak tawa riuh pemuda – pemuda tanggung yang sedang menikmati malam minggu.

Tit... tit... tit... tit...

Terdengar bunyi berirama. Petikan gitar berhenti, suara nyanyian pun berubah sunyi. Suasana senyap menyergap. Malampun semakin dingin.

Nyai..... pulsa listriknya akan habiiis," teriak Damar. Damar adalah adik sepupu nyai yang sedang asyik bermain gitar dan berdendang bersama teman – temannya. Nyai yang sedang sibuk menerawang seorang artis yang disebut – sebut sebagai palakor eh pelakor dan viral di juga menjadi hot topik dari semua acara gosip, sigap melongokan kepala dari ruang tamu.

“ Iya, tunggu sebentar,” kata nyai sambil memencet – mencet layar telepon genggam untuk meminta Kasep - penjual pulsa elektrik di ujung gang - mengirimkan pulsa listrik. Biasanya Kasep akan mengirimkan nomer token via sms.

Nyai meminta para pemuda itu untuk melanjutkan nyanyian mereka sementara menunggu sms balasan dari bang Kasep. Namun, Damar dan teman – temannya menolak dengan alasan terganggu dengan suara meteran listrik yang lapar.

Baca Juga :   Membajak Akun Media Sosial

“Tidak ah, Nyai. Kita mau cerita – cerita horror saja,” jawabnya mantap. Nyai tersenyum geli, remaja seusia mereka memang sangat tertarik dengan cerita mistis. Terkadang cerita – cerita yang tidak begitu seram pun bisa membuat mereka berkeringat dan berpelukan seperti Teletubbies. Akhirnya, nyai memutuskan bergabung dengan mereka. Hanya sebatas mendengarkan cerita apa yang sedang menjadi trending topik di kalangan kids jaman now. Belum lagi nyai duduk, si Dadang, anak laki – laki yang tinggal di depan rumah, hendak meminjam potongan kuku. Katanya, kukunya sudah panjang dan tidak asyik dipakai memetik gitar kesayangannya. Tanpa dikomando anak – anak yang lain berteriak “JANGAAAAN!!”

Dengan wajah polosnya Dadang bertanya kenapa.

Teman – temannya saling pandang. Kemudian dengan setengah berbisik dan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri seperti orang yang mau menyeberang jalan, Damar mulai bercerita.

“Kata nenekku kalau kita di malam hari, kita artinya mengundang datang ke rumah kita lho," ia memulai.

“Gue juga pernah denger, kalau kita potong kuku malam – malam nanti kuku kita akan jadi kunang – kunang dan kita akan dicari setan saat tidur."  Kata si Amat, anak lelaki berambut kriting menambahkan dengan ekspresi takut yang tidak dibuat – buat.  Sontak keempat anak laki – laki kecuali Dadang bergidik ngeri. Dadang tetap dengan wajah polosnya dan mengambil pemotongan kuku dari tangan nyai.  Di saat bersamaan, tiba – tiba gelap. Lampu di seluruh rumah mati. Para anak lelaki berteriak kaget.

Baca Juga :   Duduk Di Depan Pintu Bisa Ditabrak Setan

“Loe sih, Dang. Pake mau potong kuku malam – malam. Pasti ada setan datang nih," Amat memeluk Damar histeris. Dadang yang disalahkan dan merasa apa yang sudah terjadi memiliki keterkaitan dengan potong kuku tadi, wajahnya berubah pucat. Dia menggandeng tangan nyai, tangannya sedingin es. Di tengah suasana mencekam bak di film – film horor tahun 80-an, deru motor terhenti di depan rumah nyai.

“Ngapain pada gelap – gelapan? Maaf nyai, pulsanya lama. Tadi saya lagi ngedate sama Siti. HP buat dagangan ketinggalan di rumah. Jadi saya langsung saja ke sini sambil bawain nyai martabak," kata Kasep cengengesan sambil memasukan pulsa listrik. Saking serunya bercerita jadi lupa kalau listrik di rumah nyai habis.

Baca Juga :   Murid-Murid Yang Diingat Para Guru

Setelah rumah kembali terang, nyai kembali berbincang dengan Kasep dan lima anak laki – laki berwajah pucat yang masih syok karena lampu yang mati tiba – tiba, sambil menikmati martabak. Nyai menyerahkan pemotongan kuku pada Dadang.

“Potong aja kukunya, Dang. Sudah terang sekarang," seloroh nyai santai.

Dadang masih bengong. Yah, mau bagaimana lagi mungkin Dadang takut durhaka pada nenek yang menghembuskan mitos tidak boleh potong kuku di malam hari. Bukan nenek yang salah jika tidak boleh memotong kuku malam – malam. Nenek tidak salah kok, soalnya dulu waktu nenek masih kecil, belum ada penerangan seperti sekarang saat malam tiba, juga belum ada pemotongan kuku yang praktis. Nenek dulu memotong kuku memakai pisau. Bisa dibayangkan bukan apa yang terjadi jika kita memotong kuku pada waktu malam dengan cahaya remang – remang memakai pisau? Yang ada bukan hanya kuku yang terpotong tetapi juga jari kita. Masalah ada setan yang datang, hm.. setan bisa datang kapan aja keles. Datang tak diundang pulang naik ojek online. Eh..

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Nyai Sekar

Nyai Sekar adalah emak-emak yang akan selalu menjelaskan banyak peristiwa di sekitar kita sesuai dengan takaran. Tidak kurang, tidak pula lebih melainkan sesuai dengan takarannya. Untuk itulah Nyai Sekar itu ada, agar semua sesuai dengan takarannya.

Comments
Ke Atas