Terhubung Dengan Kami

‘Taluh Mice’ Tak Sesederhana Telur dan Merica

Nyam-Nyam

‘Taluh Mice’ Tak Sesederhana Telur dan Merica

Taluh mice akan terasa lebih nikmat jika ada yang bayarin, jika tidak, niscaya taluh mice hanya berasa mice

Kelayapan malam hari di nggak afdol sebelum mencicipi yang namanya (). Nama sederhana itu diambil dari komposisi utama makanan ini. Hanya terdiri dari telur ayam kampung setengah mateng ditambahkan dengan bubuk merica. Makanan ini bisa ditemui di setiap warung pinggir jalanan ketika malam hari. Biasanya, setiap penjual pasti menyediakan taluh mice. Untuk masalah , saya akan bahas pada postingan berikutnya.

Ada berbagai mitos yang beredar di kalangan laki – laki mengenai taluh mice. Ada yang yang bilang baik untuk stamina dan kejantanan, ada yang bilang untuk kesehatan, dan lain sebagainya. Khusus untuk laki – laki penggemar wisata syahwat, taluh mice merupakan panganan wajib sebelum mereka berangkat berwisata.

Saya telah melakukan berbagai macam percobaan dan riset mengenai taluh mice. Ada tiga waktu dimana saya mencoba mencicipi taluh mice, pagi, siang dan malam. Waktu yang paling pas untuk menikmati taluh mice adalah malam hari. Karena pada pagi dan siang hari penjual taluh mice belum buka, alias saya tidak tahu dimana mendapatkan taluh mice ini ketika pagi dan siang. Saya cuma menemukan penjualnya buka ketika malam hari.

Baca Juga :   Baleganjur: Pasukan yang Sedang Berjalan

Belum ada kata sepakat di lingkungan para ahli gizi mengenai konsumsi taluh mice. Ada beberapa yang menyatakan itu baik untuk dikonsumsi, ada juga yang menyatakan taluh mice kemungkinan masih menyisakan bakteri salmonella yang berbahaya untuk kesehatan. Beberapa ahli berpendapat bahwa mengkonsumsi taluh mice paling baik ketika pagi hari karena kadar gizinya yang lengkap bisa membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh untuk beraktifitas hingga siang hari.

Taluh mice setidaknya mengandung protein, karbohidrat, vitamin dan mineral. Vitamin yang dikandung dalam taluh mice antara lain vitamin A dan B12 yang berguna untuk membantu menjaga kesehatan mata, gigi, tulang, kulit dan kestabilan fungsi sistem saraf. Taluh mice juga merupakan bahan makanan yang rendah kalori tapi bergizi tinggi.

Pernah suatu hari, saking penasarannya saya mencoba membuat taluh mice sendiri. Ternyata hasilnya tidak seperti yang saya harapkan. Taluh mice buatan saya terasa seperti telur dan merica saja tanpa ada rasa enak didalamnya. Dari sini saya menyimpulkan, ada satu rahasia yang disimpan oleh setiap penjual taluh mice yang bisa menimbulkan rasa enak. Mereka sepertinya tidak berniat untuk membagi rahasia itu kepada khalayak ramai. Saya yakin kalau mereka menyebarkannya, semua orang akan membuat taluh mice sendiri tanpa ragu. Sedangkan para penjual taluh mice akan gulung tikar dengan sendirinya.

Baca Juga :   Nasi Jinggo Yang Legendaris

Taluh mice tidaklah sesederhana namanya, bahan – bahannya juga saya pikir tidak sesederhana telur dan merica saja. Ada bahan – bahan rahasia yang terselip dalam bumbunya yang menimbulkan cita rasa enak. Saya mencurigai, ada semacam bumbu yang mengandung candu didalamnya. Semacam bahan yang membuat kita merasa keenakan setelah mengkonsumsinya.

Suatu hari pernah terjadi perdebatan seru antara dua orang teman saya. Mereka memperdebatkan definisi dari taluh mice. Yang satu bilang taluh mice adalah makanan, yang satunya lagi bilang taluh mice adalah jajanan. Perdebatan definisi ini terjadi karena porsi dari taluh mice yang hanya dua butir telur dimasukkan dalam satu gelas.

Satu orang teman saya berpendapat bahwa taluh mice hanya camilan jadi taluh mice masuk dalam kategori jajanan. Porsi yang kecil memang menempatkan taluh mice dalam kategori camilan menurut teman saya yang ini. tapi teman saya yang lain berpendapat taluh mice adalah makanan, karena di beberapa negara menjadi opsi untuk sarapan.

Baca Juga :   Menikmati Daging Kerbau di Warung Mang Boo

Perdebatan ini berlanjut hingga tanpa sadar masing - masing dari kami telah menghabiskan tiga porsi taluh mice. Mereka kemudian berhenti berdebat karena merasa sudah kenyang dan pergi meninggalkan saya di warung tersebut tanpa dosa. Saya baru sadar ketika mbak – mbak penjaga warungnya menyebutkan total yang harus saya bayarkan. Kedua makhluk bedebah tadi telah memeras saya secara diam – diam. Mereka menguras isi dompet saya tanpa permisi, tanpa saya bisa melakukan apa – apa atas ini.

Saya pergi dengan dendam. “suatu hari nanti mereka akan menerima pembalasan setimpal atas ini”, kalimat ini saya ucapkan dibarengi dengan kamera zoom in zoom out ala sinetron. Dengan ekspresi muka penuh dendam yang juga ala sinetron.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Ady Saputra

Suka kopi, suka nulis, suka musik, suka nonton, suka apa lagi ya? eh lupa, kadang suka membaca, ini kalau ada waktu luangnya.

Comments
Ke Atas