Terhubung Dengan Kami

Tiga Fungsi Suami Yang Baik Bagi Istri

MalMing

Tiga Fungsi Suami Yang Baik Bagi Istri

Jika kau sedang bingung, maka bingunglah, karena dari kebingungan maka munculah kebingungan yang lainnya

ini si Dadab bengong di tempat tongkronggan. Dia rencananya akan segera menikah. Tapi, Dadab masih bingung, gimana seharusnya dia menjadi lelaki untuk istrinya nanti. Maklum aja, Dadab adalah satu-satunya lelaki di rumahnya. Bapaknya meninggal sedari Dadab kecil, karena kecelakaan. Apa yang ada di bayangannya tentang menjadi yang baik hanya bersumber dari ingatannya atas bapaknya dan cerita dari ibunya.

Sekalipun si Mita, pacar Dadab, tidak pernah komplain akan perlakuan Dadab terhadapnya, tetap aja, si Dadab ingin selalu memberikan yang terbaik untuk Mita. Dadab terlalu menyayangi Mita. Mereka telah berpacaran cukup lama, kurang lebih 3 tahunan.

Semua berawal dari cerita si Mita yang tengah patah hati karena diselingkuhin sama mantan pacarnya. Kesedihan ini kemudian berubah menjadi cerita bahagia setelah kehadiran Dadab dalam hidup Mita.

Dadab sendiri bukanlah tipe pacar ideal untuk kalangan muda masa kini, kaya enggak, ganteng juga enggak, urusan penampilan, ya gitu deh, anak tongkrongan yang nggak peduli penampilan sama sekali. Tapi satu yang membuat Mita suka sama Dadab, dia orangnya baik dan tulus. Mungkin lebih tepat dibilang polos sih.

Baca Juga :   Gagal Lompat Guling

Beberapa kali kisah percintaan Mita dan Dadab diwarnai pertengkaran karena masalah sepele. Semua berujung pada satu hal, si Dadab minta maaf pada Mita. Apapun kelakuannya, siapapun yang salah, yang minta maaf pasti si Dadab.

Singkat cerita, minggu lalu Dadab melamar Mita ke keluarganya. Lamaran itupun diterima dengan baik. Tapi cerita berubah ketika mendekati hari – hari pernikahannya. Semakin dekat ke hari pernikahannya, semakin bingunglah si Dadab.

“Tonk, gue bingung nih”, kata Dadab.

“Bingung kenapa lu?”.

“Gue nggak tau caranya jadi suami yang baik, Tonk”.

“Ah elu, kebanyakan mikir kali”. Sahut saya, diiringi oleh tepukan di pundak oleh si Mamat.

Mamat adalah anak tongkrongan sejati, dia adalah orang yang di definisikan sebagai Jarum Super, alias jarang di rumah suka pergi. Sehari – hari dia selalu di tempat tongkrongan, nggak pernah absen. Bahkan jika ada orang yang tersesat untuk mencari tempat tongkrongan, tinggal ingetin aja, dimana ada Mamat disanalah kita nongkrong.

Dia adalah senior di tempat tongkrongan ini. Dialah yang menemukan tempat tongkrongan ini, atau lebih tepatnya, karena dialah kami berkumpul disini. Selain karena pertimbangan senioritas, sikap si Mamat yang terkadang bijak membuat kami merasa asik aja ngobrol sama dia. Di tempat ini berlaku hukum “nggak ada mamat nggak rame”.

Baca Juga :   Malam Minggu Bersama Mia Khalifa

“kenapa kalian, mumet amat keliatannya?”, tanya Mamat.

“Tau tuh si Dadab, bingung katanya, lu bantuin gih, kali aja lu bisa bantu”, jawab saya.

“Kenapa lu Dab?”, tanya Mamat.

“Gue bingung Mat, gue nggak tau caranya jadi suami yang baik. Bentar lagi gw nikah sama si Mita, sedangkan gue takut nggak bisa bahagiain dia”, jelas Dadab sambil menunjukkan ekspresi seperti orang teraniyaya.

Mamat lalu berpindah tempat duduk dan mendekati si Dadab. Kali ini Mamat mengeluarkan ekpresi wajah sedikit serius. Dia sepertinya mencoba menenangkan Dadab dengan tatapannya itu.

“Kamu nggak perlu khawatir Dab”, kata Mamat sambil menepuk bahu si Dadab.

“Suami itu punya 3 fungsi bagi istrinya”, kata Mamat melanjutkan.

“3 fungsi? Apa aja tuh mat?”, tanya Dadab penasaran.

“3 fungsi itu adalah sebagai sandaran hidup, pandangan hidup dan Pegangan Hidup bagi isterinya. Makin meningkat umurnya akan semakin berbeda fungsinya”, terang Mamat.

Baca Juga :   Misteri Hilangnya Jam Tangan

Dadab terlihat mengertnyitkan dahinya.

“Maksudmu gimana Mat?”, tanya Dadab mencoba mencari penjelasan.

“Pada pengantin baru atau pernikahan yang masih dalam usia muda, suami memiliki fungsi sebagai sandaran hidup. Artinya, sang isteri baru aja bersandar suami sudah bisa hidup”. jelas Mamat.

“Trus... Trus...”, kata Dadab terlihat semakin penasaran.

“Makin tua lagi usia pernikahannya, suami berubah fungsi menjadi pandangan hidup. Artinya, baru dipandang sang , suami sudah bisa hidup”. lanjut Mamat.

Kali ini, tatapan wajah Dadab terlihat semakin serius.

“Semakin tua lagi, suami berubah fungsi lagi menjadi pegangan hidup. Yang artinya, suami hanya bisa hidup setelah dipegang-pegang istri”, lanjut Mamat dengan tatapan yang tak kalah seriusnya.

Dadab terdiam, dia mencoba mencerna perkataan si Mamat.

“Sialan, lu ngerjain gue ya Mat?”, kata Dadab sambil berdiri terlihat kesal.

Mamat dan saya pun tertawa terpingkal – pingkal.

“Udah Dab, lu jangan panik gitu, tenang aja, semua akan baik-baik aja”, kata Mamat menenangkan.

Dadab ngeloyor pergi sambil merunyut, sementara kami masih terpingkal – pingkal. Dasar si Mamat, ada-ada aja kelakuannya.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
An-Tonk

An-Tonk adalah singkatan dari Anak Tongkrongan, Dia adalah penunggunya Nongkrong.co

Comments
Ke Atas