Terhubung Dengan Kami

Via Vallen Dalam Jeritan Hati Supir Truk

Musik

Via Vallen Dalam Jeritan Hati Supir Truk

Hanya supir truk yang yang mampu merasakan kebahagiaan dalam lagu galau. Dan kegalauan yang sesungguhnya dalam lagu galau itu sendiri

Beberapa kali melancong ke tiga pulau, pulau Jawa, dan Lombok membuatku begitu dekat dengan dunia supir. Tepatnya dunia angkut antar pulau. Bukan karena apa, tapi karena aku adalah pelancong minim modal, Siasatku hanya satu, nebeng. Tidak ada tebengan yang lebih murah untuk perjalanan antar pulau selain nebeng pada truk angkut barang. Tebengan ini bukanlah gratis, sebagai timbal balik aku nyambi ngernet. Simbiosis mutualisme. Saling menguntungkan satu sama lain.

Sepanjang perjalananan, aku menemukan satu benang merah untuk mendefinisikan skena untuk para supir truk. Menurutku rerata mereka adalah penggemar romantis. Perpaduan antara musik yang kental dengan panggilan untuk berjoget dan jeritan hati yang terpendam. Iya, jeritan hati terpendam para supir truk yang sejatinya selembut salju. Betapapun tidak ramah mereka tampak, tapi pahamilah mereka adalah manusia yang memiliki sisi romantis.

Sisi romantis mereka hanya menyeruak ketika mendengarkan , salah satunya adalah lagu yang berjudul Sayang yang dinyanyikan oleh . Untuk menggambarkan situasinya, aku berikan sedikit gambaran. Coba bayangkan seorang dengan perawakan agak besar, hitam karena matahari, perut buncit, kumis tebal, tapi menyanyi sambil memejamkan mata penuh penghayatan hanya pada bagian “sayang... opo koe krungu, jerit e ati ku”. Seperti seseorang yang meluapkan emosi yang terpendam setelah sekian lama.

Baca Juga :   Rindik

Sulit rasanya menemukan musik lain yang mampu membawa suasana demikian intim dan mendalam pada kalangan supir. Pengamatanku menunjukkan, mulai dari pol angkut, terminal, pelabuhan, ferry, hingga rumah makan dan pol tujuan, hanya satu jenis musik yang diputarkan. Musik romantis, jarang berganti kecuali ada lagu lain yang lebih populer dari lagu yang ada saat ini.

Kegelisahan para supir hanyalah satu, jarang bertemu dengan istri dan . Terutama supir angkut barang antar pulau. Jika muatan sepi, biasanya pulang seminggu sekali. Jika ramai, bisa sebulan sekali, bahkan ada yang sampai 3 bulan sekali baru pulang. Hidup mereka sebagian besar diabdikan untuk mengantarkan muatan hingga selamat sampai tujuan.

Di tengah semua bahaya yang mereka hadapi di jalan, mulai dari yang terkecil pemalakan, hingga bajing loncat, bahkan kecelakaan yang bukan tidak mungkin bisa merenggut nyawa mereka. Hiburan yang mereka miliki hanya mendengarkan musik. Rasanya tidak mungkin mereka memasang TV karena itu justru meningkatkan kemungkinan kecelakaan.

Baca Juga :   Merindukan Musik Anak Indonesia

Sesekali mereka singgah di warung kopi, atau warung lain yang mereka temukan sepanjang perjalanan. Disinilah biasanya penyaluran sisi romantis mereka yang selama ini terpendam. Mulai dari sekedar iseng merayu si mbak – mbak dagang, hingga ada yang terlibat cinlok ala artis. Cinlok yang datang karena terbiasa.

Kentara sekali jika seorang supir sedang jatuh cinta, lagu yang diputar dalam truknya tetap sayang dari Via Vallen atau dengan penambahan kanggo riko dari Demy. Hanya saja cara mereka menyanyi yang berbeda. Jika galau mereka memejamkan mata dan penuh penghayatan, jika jatuh cinta, mereka menyanyi dengan senyum. Saat seperti ini seorang kernet apalagi penumpang gelap sepertiku ikut terkena dampaknya. Jatah makan dan minum biasanya lebih lancar.

Skena musik di lingkungan supir truk cenderung statis, menetap. Apa yang telah populer akan terus populer, hitungannya tahun. Kanggo riko adalah salah satu lagu yang masih populer hingga kini. Sayang dari Via Vallen adalah pelengkapnya. Dua lagu wajib yang mau tidak mau harus kudengar. Untunglah genderang telingaku terbentuk sebagai telinga yang berbhineka, jadi musik apapun pasti kurasakan nikmatnya.

Baca Juga :   Baleganjur: Pasukan yang Sedang Berjalan

Tidak terlihat ragam dalam musik di lingkungan supir truk. Mereka cenderung untuk satu selera. Ada beberapa yang berbeda, tapi perbedaannya tidak terlalu jauh. Masih saudara dekat. Koplo romantis saudara dekatnya adalah . Masih 11 12 lah dan masih dalam satu aliran. Dangdut. Masih juga pada satu daya tarik untuk berjoget.

Dari supir ini aku belajar, lagu apapun jadi berbeda tergantung pendengarnya. Jika yang mendengarkan adalah supir yang lagi galau, maka lagu sayang dari Via Vallen akan jadi lagu yang menyayat perasaan terdalam bagi mereka. Tapi, jika yang mendengarkan adalah supir yang sedang jatuh cinta, lagu ini berubah mejadi lagu cinta yang membahagiakan.

Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Mas Mus

Masmus adalah nama santai dari legenda jazz Indonesia, silahkan tebak sendiri blio itu siapa. Blio disini ditunjuk untuk menunggui rubrik musik. Tugasnya adalah mencegah musik menjadi pembahasan yang serius karena musik memang harus dikembalikan kepada harfiahnya, untuk bersantai dan bergembira.

Comments
Ke Atas