Terhubung Dengan Kami

Daya Perempuan Di Balik Jaran Goyang Semar Mesem

Musik

Daya Perempuan Di Balik Jaran Goyang Semar Mesem

Dukun adalah harapan baru untuk perlawanan perempuan. Tanpa basa-basi, dan tanpa ribet. Tapi, kalau semua cara sudah tidak mempan, jawabannya hanya diracun saja. begitu.

Kemanapun aku singgah di dunia perwartegan, aku tidak akan pernah bisa selamat dari lagu yang berjudul . Lagu baru yang sanggup menjebol kerasnya dominasi Sayang oleh Via Valen. Lagu ini terasa pas untuk menemani setiap kunyahan tempe goreng plus nasi dan di warteg. Terasa asik, terasa begitu membangkitkan selera makan. Jika kalian pernah merasakan lidah bergoyang, maka itulah kalimat yang layak untuk mendeskripsikannya. Betapa tidak, lagu ini membuat seluruh bagian tubuh, mulai dari jari hingga lidah ikut bergoyang keasikan.

 Lagu Jaran Goyang Semar Mesem ini awalnya dibawakan oleh Nella Kharisma. Saking meledaknya lagu ini, beberapa artis lain pun ikut membawakannya. Seperti halnya lagu dangdut pada umumnya, lagu selalu melekat pada penyanyinya. Jadi, siapapun yang membawakan lagu ini tidak akan menghilangkan nama penyanyi pertamanya.

Awalnya aku kira lagu ini hanyalah lagu biasa. Lagu kekinian karena memadukan tiga bahasa yaitu bahasa , bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Tiga bahasa yang menjadi pada lirik lagu koplo belakangan ini. Tapi, semakin aku dengarkan, semakin aku merasakan degup demi degup dada ini bergemuruh terpacu oleh pesan yang dibawakan dalam lirik lagunya. Pesan penuh semangat yang sangat jarang ada pada sejenis.

Jika lagu Sayang oleh Via Valen membawa pesan galau menye-menye, lagu Jaran Goyang Semar Mesem membawa pesan perlawanan. Lagu ini mengisyaratkan untuk tidak mau tunduk pada perlakuan seenaknya oleh lelaki. Coba saja perhatikan lirik lagunya, ada isyarat untuk tidak menyia-nyiakan ketulusan di dalamnya. Kalaupun sang lelaki hendak menyia-nyiakannya maka siap-siap berhadapan dengan jurus Jaran Goyang yang akan menaklukannya. Jika Jaran Goyang tidak mempan, maka ada satu jurus andalan lain, namanya Semar Mesem, yang lebih ampuh.

Dalam lingkungan pergaulan masyarakat koplo, perempuan lebih banyak diidentikkan dengan pihak yang selalu menerima perlakuan buruk dari lelaki. Perempuan lebih banyak dipersepsikan sebagai pihak yang lemah dan menye-menye. Hadirnya lagu Jaran Goyang Semar Mesem menjadi perspektif baru kaum perempuan dalam menghadapi perlakuan buruk ini. Tanpa lapor melapor, tanpa proses yang ribet dan tanpa urusan ketebelece yang memusingkan. Cukup dengan mendatangi Mbah Dukun terdekat maka urusan bisa beres dengan segera.

Lagu ini adalah bentuk nyata dari woman power. Sikap yang memang seharusnya tumbuh dalam sanubari setiap perempuan di Indonesia. Sikap yang menunjukkan keberanian untuk melawan ketidakadilan. Baik itu ketidakadilan oleh lelaki maupun para Pelakor. Mereka memang tidak selayaknya dibiarkan berbahagia di atas penderitaan orang lain. Jika mereka berkeras dan segala upaya telah gagal, maka, pilihannya hanya satu, diracun saja. Agar musnah semua. Sebuah sikap yang sangat gagah nan pemberani.

Ada banyak penelitian yang bisa membuktikan bahwa perilaku pelecehan oleh lelaki disebabkan oleh sikap superior atau sikap yang merasa diri lebih dari perempuan dan meyakini kalau perempuan tidak akan melawan jika diperlakukan seperti apapun. Sikap buruk ini hanya bisa dihentikan dengan perlawanan oleh kaum perempuan itu sendiri. Disinilah lagu Jaran Goyang Semar Mesem ini membawa suara perlawanan. Suara pembaruan untuk melenyapkan kesan bahwa perempuan tidak berani melawan.

Terlalu naif rasanya untuk berharap perubahan itu dari sebuah lagu. Tapi, setidaknya, lagu ini adalah nafas baru untuk dunia Dangdut Koplo. Satu lagu yang diharapkan bisa mendorong lagu lainnya untuk menyampaikan pesan yang sama. Lagu yang setidaknya bisa membangkitkan sikap berani melawan atas perlakuan tidak baik oleh lelaki. Satu saja perempuan yang bisa digugah oleh lagu ini maka akan berdampak pada perempuan lainnya, begitu terus, hingga semua perempuan di Indonesia bisa terbebas dari perlakuan buruk lelaki.

Jika itu benar terjadi, maka sebaiknya lagu Jaran Goyang Semar Mesem ini dijadikan hymne kebangkitan perempuan Indonesia. Tiada lagi kegalauan atau menye-menye, yang ada hanya kekuatan dan keberanian perempuan untuk bersuara, untuk melawan agar mereka bisa diperlakukan setara dengan lelaki. Di balik kelembutan perempuan ada kekuatan yang tertidur yang perlu dibangunkan. Begitu.

Baca Juga :   Tempat Istimewa di Neraka
Lanjut Membaca
Advertisement
Anda mungkin juga menyukai …
Mas Mus

Masmus adalah nama santai dari legenda jazz Indonesia, silahkan tebak sendiri blio itu siapa. Blio disini ditunjuk untuk menunggui rubrik musik. Tugasnya adalah mencegah musik menjadi pembahasan yang serius karena musik memang harus dikembalikan kepada harfiahnya, untuk bersantai dan bergembira.

Comments
Ke Atas